5 Aset Dalam Investasi Crypto Jangka Panjang yang Berpotensi Untung Besar



Meninjau era teknologi saat ini, dimana sudah banyak transaksi yang dilakukan secara digital membuat aset crypto semakin berpeluang besar. Hal tersebut nampak dari banyaknya perusahaan yang menggunakan cryptocurrency sebagai alat pembayaran. Bisa dipelajari beberapa aset dalam investasi crypto jangka panjang yang berpotensi menghasilkan keuntungan besar mendatang.

Sistem keamanan dari crypto yang tergolong baik membuat pemilik lebih merasa aman menyimpan aset cukup banyak. Sebab, diperlukan kode unik untuk membuka akun sehingga cryptocurrency menjadi lebih sulit untuk disalahgunakan. Di samping itu, nilainya tidak terpengaruh oleh adanya inflasi. Bila pembaca berniat mempunyai aset crypto, berikut ini 5 jenis aset crypto sebagai investasi jangka panjang yang menjanjikan:

1. Ethereum

Aset crypto menjanjikan yang bisa dimiliki oleh investor adalah Ethereum. Mata uang digital ini juga berpotensi menghasilkan keuntungan besar di masa depan, mengingat bahwa sistem dijalankan dengan adanya fitur smart contract. Hal ini memungkinkan aplikasi berjalan tanpa kendala, bahkan terhindar dari adanya gangguan dari pengguna lain yang tidak bertanggung jawab.

Mata uang Ethereum diperkenalkan ke publik pada tahun 2015 yang berfokus untuk membangun jaringan blockchain. Para developer bisa membuat koin masing-masing dalam jaringan Ethereum. Di tahun 2016 Ethereum dipecah menjadi dua jenis, yaitu Ethereum Classic dan Ethereum. Hal ini bertujuan untuk menambah sistem keamanan dari mata uang digital tersebut.

2. Bitcoin

Seperti yang diketahui, Bitcoin menjadi aset investasi crypto jangka panjang yang menduduki posisi pertama. Jumlahnya yang terbatas membuat nilai Bitcoin selalu stabil seperti harga logam mulia. Bahkan di beberapa periode, nilainya justru naik dan banyak dicari investor. Itulah sebabnya, berinvestasi Bitcoin bisa menjadi alternatif dalam menyiapkan anggaran untuk masa depan.

Aset crypto ini untuk pertama kalinya dikembangkan pada tahun 2009 oleh Satoshi Nakamoto. Fungsinya sebetulnya serupa dengan mata uang biasa, namun Bitcoin hanya tersedia secara digital. Tidak bisa dipungkiri, saat ini Bitcoin menjadi salah satu alat transaksi resmi yang diberlakukan di dunia. Aset ini telah disetujui oleh Bappebti, namun belum dapat dijadikan alat pembayaran di Indonesia. 

3. Cardano

Cryptocurrency terbesar di dunia salah satunya Cardano. Popularitasnya hampir menyaingi Ethereum dengan menawarkan kecepatan yang lebih baik. Cardano memfasilitasi program otonom untuk pengguna yang disebut dengan dApps. Hal ini memungkinkan Cardano untuk memproses sekitar 257 transaksi tiap hitungan detik. Jauh berbeda dibandingkan Ethereum yang hanya mampu memproses 15-20 transaksi per detik.

4. The Sandbox

Jaringan blockchain The Sandbox dirancang untuk memudahkan investor dalam membangun serta memonetisasi pengalaman memainkan game. Secara umum konsep Sandbox hampir mirip dengan video game publik bernama Roblox. Dengan menjalankan The Sandbox, pengguna bisa membeli real estat virtual dan mempunyai kepemilikan. Catatan kepemilikan ini disimpan dalam blockchain.

5. Binance Coin

Meski laju kenaikannya tergolong lebih lambat dari Bitcoin dan Ethereum, Binance Coin juga terus mengalami kenaikan yang konsisten. Aset crypto ini namanya semakin populer sejak tahun 2017 sampai sekarang. Investasi Binance Coin akan lebih potensial bila mengingat biaya transaksi yang cenderung murah. Diantara investor ternama dunia yang mempunyai aset crypto ini adalah Joshua Frank.

Itulah penjelasan mengenai beberapa macam aset dalam investasi crypto jangka panjang yang bisa dijadikan pilihan. Pada dasarnya, konsep cryptocurrency berbeda dengan trading bila ditinjau dari jangka waktunya. Umumnya, cryptocurrency dilakukan untuk keperluan jangka panjang seperti persiapan biaya pendidikan anak, dana pensiun, maupun pendapatan sehari-hari yang sifatnya pasif.