Manajemen Kredit KPR bagi Karyawan Gaji UMR

Saungfrimware.id Banyak orang meremehkan manajemen kredit KPR terutama pasangan muda yang ingin cepat punya rumah sendiri. Gaji UMR dua orang ingin langsung mengambil sebuah KPR agar bisa lebih tenang hidup sendiri.

Di atas kertas memang itu menjadi impian semua pasangan muda yaitu menikah dan ingin punya rumah sendiri. Namun seberapa realistis impian tersebut bagi pasangan yang hanya memiliki gaji UMR.A

Sebenarnya bisa realistis namun ini tidak umum bagi semua orang yang menginginkannya. Untuk mayoritas orang itu adalah impian tidak realistis dan justru menghambat pertumbuhan ekonomi rumah tangga.

Jika masih bisa numpang dengan orang tua, tidak perlu malu kita perlu mengakui bahwa harga properti sekarang sangat gila. Budget KPR realistis 300 juta saja belum tentu memberikan kualitas rumah idaman.

Baca Juga : Investasi P2P Lending Opsi Risiko Moderat Meraih Profit Cepat

Jadi bagi Kamu yang baru saja menikah, pikirkan dulu untuk mengambil kredit KPR karena banyak risikonya. Namun ketika sudah terlanjur mengambil inilah fungsi dari ulasan ini mengajari manajemen agar tidak kredit macet.

Melihat Urgensi dari Kredit KPR

Pertama kita buka dengan melihat urgensi dari kegiatan kredit KPR itu sendiri apakah memang perlu atau tidak. Misalnya rumah orang tua masih cukup digunakan untuk menampung pasangan.

Paling penting juga, pasangan dan orang rumahnya bisa beradaptasi terhadap suasana baru. Karena tidak bisa beradaptasi adalah alasan terbesar mengapa pasangan muda selalu ingin punya rumah sendiri.

Sebelum mempelajari manajemen kredit KPR lihat dulu apakah Kamu memang butuh atau tidak. Ingat ini adalah pengeluaran jangka panjang yang angsuran setiap bulannya juga tidak sedikit.

Misalnya ingin mengambil sebuah KPR dengan nilai 300 juta tenor 20 tahun. Dalam setiap bulan Kamu harus membayar angsuran sebesar kurang lebih 1.9 atau hampir 2 juta selama dua puluh tahun.

Baca Juga  Pentingnya Investasi Jangka Pendek bagi Para Pegawai UMR

Ingat harga KPR tidak mengikuti UMR artinya jika upah minimum di daerah rendah otomatis kredit rumah hanya menjadi mimpi. Lalu bagaimana caranya agar bisa mendapatkan hunian sendiri.

Mengontrak rumah akan menjadi opsi yang jauh lebih murah dibandingkan harus membeli sendiri. Terutama jika Kamu berdomisili di daerah dengan UMR relatif rendah, kurang dari 2.5 juta setiap bulan.

Karena harga kontrak hunian setiap tahun di daerah dengan UMR rendah tentu saja cukup murah. Jadi gaji bulanan tidak terpotong terlalu banyak untuk kebutuhan hunian setiap bulannya.

Mengontrak rumah juga dapat menjadi persiapan manajemen kredit KPR apabila Kamu belum terlalu yakin. Bukankah yang penting sudah ada naungan di atas kepala baik itu milik sendiri atau mengontrak.

Itu adalah opsi paling bijak sehingga gaji sepasang suami istri yang nilainya UMR dapat digunakan untuk mencari penghasilan tambahan. Itu adalah metode paling tepat dalam mempersiapkan diri mencari hunian.

Metode Manajemen Kredit KPR Paling Mudah

Sekarang adalah segmen yang ditunggu-tunggu, bagaimana jika sudah terlanjur membeli. Meskipun itu keputusan buruk namun kami masih memiliki beberapa metode yang dapat dijadikan sebagai solusi.

  1. Membagi penghasilan menjadi dua

Ketika sepasang suami istri sama-sama memiliki gaji UMR artinya penghasilan harus dibagi dua. Anggaplah gaji satu orang masih cukup digunakan untuk mencicil kredit angsuran hunian.

Namun jangan menganggapnya sepele, gaji tersebut harus dibagi dua satu bagian full kredit dan sisanya untuk kebutuhan rumah tangga. Artinya dalam dua puluh tahun kedepan manajemen kredit KPR ini akan diterapkan.

Bagaimana dengan uang sisa gaji yang digunakan untuk membayar angsuran hunian tadi. Tetap kita simpan untuk menghindari adanya potensi kredit macet, tabungan, dan hal lainnya.

Namun urgensi pembayaran angsuran hunian tetap menjadi prioritas utamanya. Memang ini akan membuat hidup semakin sengsara karena gaji tinggal setengah namun setidaknya kredit macet bisa dihindari.

  1. Mengambil KUR
Baca Juga  Tips Manajemen Keuangan Mahasiswa Terbaik Tanpa Masalah

Ini memang cara sedikit ekstrim apabila Kamu ingin hidup tidak terlalu sengsara. Yaitu mengambil KUR melakukan sebuah usaha yang setidaknya bisa digunakan untuk membayar cicilan KUR tersebut.

Ada cukup banyak usaha sampingan misalnya membuka toko kelontong, jualan online, dan sebagainya. Itu sudah bisa digunakan menutupi cicilan dari KUR yang Kamu gunakan tadi.

Namun jangan gunakan semua uang KUR tadi untuk berbisnis namun ambil sebagian demi anggaran cicilan hunian. Metode ini butuh kedisiplinan tinggi agar nantinya dapat berjalan lancar.

  1. Membagi gaji menjadi tiga bagian

Cara paling ekstrim yang dapat Kamu lakukan agar cicilan tetap terjaga adalah membagi gaji menjadi tiga bagian. Artinya kamu sekeluarga nanti hanya makan 30 persen dari income bulanan.

Ada satu bagian khusus digunakan untuk membayar cicilan, dan sisanya masuk dalam deposito. Mengapa harus masuk deposito sebagai manajemen kredit KPR adalah untuk melawan nilai inflasi.

Ingat cicilan tersebut belum tentu menggunakan sistem bunga tetap, jadi akan terus naik tergantung inflasi. Dengan memiliki deposito setidaknya kita punya return yang dapat digunakan mengimbangi inflasi tadi.

Ketiga metode tersebut memang cukup sulit karena secara umum orang dengan gaji UMR (2.5 juta) tidak ditakdirkan memiliki properti. Jadi butuh effort ekstra agar nantinya bisa memiliki hunian tetap.

Tips Manajemen Kredit KPR Agar Tetap Punya Tabungan

Sebelumnya sudah kami bahas pada bagian manajemen ketiga bagaimana caranya agar tetap memiliki tabungan. Ini adalah variasi dari metode pembagian gaji menjadi tiga bagian yang lebih efektif lagi.

Disini kita tidak menggunakan deposito sebagai salah satu cara untuk melawan nilai inflasi keuangan. Namun memilih instrumen lebih menguntungkan seperti reksadana pasar uang dalam memutar tabungan.

Ingat dalam manajemen kredit KPR ini kamu tetap hanya menggunakan 30 persen dari income. Jadi bagaimanapun caranya 30 persen gaji tersebut harus sudah memenuhi kebutuhan pokok harian.

Baca Juga  Investasi P2P Lending Opsi Risiko Moderat Meraih Profit Cepat

Jangan boros, tidak usah hedon, dan hindari barang branded sampai cicilan rumahnya selesai. Anggaplah cicilan tersebut nantinya berjalan selama dua puluh tahun begitu juga dengan investasi reksadana pasar uangnya.

Jadi setidaknya ada dua puluh persen aset kekayaan yang nominalnya setiap tahun akan terus berkembang. Konsep seperti ini mungkin masih dianggap berisiko dan kurang worth it bagi kalangan awam.

Namun sebenarnya ini adalah manajemen kredit KPR paling aman meskipun membuat hidup sengsara. Ketika nantinya cicilan sudah lunas keluarga bisa memiliki modal cukup besar guna membangun ekonomi bersama.

Hasil dari investasi reksadana pasar uang dapat digunakan untuk membangun usaha baru sehingga income bulanan bisa naik. Satu-satunya risiko adalah sekeluarga terkena PHK sehingga tidak memiliki income bulanan.

Manajemen Kredit KPR untuk Menghindari Kredit Macet

Ternyata kasus kredit macet dalam KPR cukup tinggi di Indonesia terutama dari kalangan keluarga muda. Satu-satunya metode agar tidak terjadi kredit macet adalah mengubah gaya hidup sepenuhnya.

Ketika melakukan manajemen kredit KPR seseorang memang tidak akan bisa menikmati income secara penuh. Oleh karena itu kita dipaksa untuk hidup relatif sengsara hanya dari sepertiga gaji saja.

Bagi sebagian orang itu memang kurang realistis terutama di beberapa tahun pertama menjalaninya. Namun ketika seseorang sudah menjalaninya selama lima tahun lebih maka adaptasi dapat terjadi.

Artinya gaji selalu siap disisihkan untuk membayar cicilan dan kebutuhan primer juga akan menurun permintaannya. Ingat manusia untuk bertahan hidup kebutuhannya tidak terlalu banyak sebenarnya.

Hal paling menguras income sebenarnya adalah gaya hidup dan juga tuntutan sosial seperti jadwal kondangan berlebihan. Oleh karena itu lakukan dengan disiplin manajemen kredit KPR sehingga kredit macet bisa dihindari.

Leave a Comment