Inilah Jenis Chart Yang Sering Digunakan Dalam Trading Forex

Inilah Jenis Chart Yang Sering Digunakan Dalam Trading Forex - Salah satu tren yang banyak dilakukan orang saat ini adalah Trading Forex. Banyak orang mengira cara ini bisa menghasilkan banyak uang. Pada dasarnya, forex trading adalah perdagangan mata uang dari berbagai negara secara online untuk mendapatkan keuntungan dalam waktu singkat. Forex sendiri merupakan kependekan dari valuta asing (valas).



Jika dilihat secara awam, proses penukaran ini akan mirip dengan kegiatan penukaran uang di money changer. Aktivitas trader berkaitan erat dengan analisis. Agar bisa membuat analisa teknikal yang baik, tentunya kita harus mengetahui chart atau Chart yang kita gunakan dalam trading. Chart berfungsi untuk menampilkan pergerakan harga suatu produk dalam suatu time frame.

Sumbu Y (garis vertikal) menunjukkan harga, sedangkan sumbu X (garis horizontal) menunjukkan waktu yang diskalakan berdasarkan kerangka waktu yang dipilih. Dengan memahami Chart, kita dapat memahami tren jangka panjang, menengah, dan pendek suatu produk, sehingga kita juga dapat membuat analisis perdagangan yang lebih baik. Kali ini kita akan membahas beberapa jenis chart yang sering digunakan dalam trading forex.

Jenis Chart Forex

1. Line Chart

Ini adalah Chart paling sederhana di forex. Chart garis membentuk garis yang menghubungkan titik-titik harga penutupan. Bagan ini hanya menunjukkan pergerakan penutupan, tanpa informasi detail lainnya. Jadi, line chart lebih cocok untuk melihat trend, apakah harga cenderung bullish (naik) atau bearish (turun).

2. Bar Chart

Dibandingkan dengan Line Chart, diagram batang berisi lebih banyak informasi. Titik terendah menunjukkan harga produk terendah (Rendah) dalam jangka waktu tertentu. Garis horizontal di sebelah kiri adalah harga pembukaan produk (Open), garis horizontal di sebelah kanan adalah harga penutupan produk (Close), dan titik paling atas menunjukkan harga tertinggi produk (High) pada suatu waktu.

3. Candlestick Chart

Candlestick Chart adalah variasi Chart batang yang lebih baik, sehingga paling banyak digunakan oleh pedagang valas. Informasi yang ditampilkan sama dengan diagram batang. Berikut cara membaca candlestick: Sebuah candlestick terdiri dari dua bagian yaitu shadow atau sumbu dan body.

Bayangan adalah dua garis vertikal di bagian atas dan bawah. Titik bayangan terendah menunjukkan harga produk terendah (Rendah) dan titik teratas menunjukkan harga produk tertinggi (Tinggi) pada suatu waktu.

Kita bisa melihat tinggi rendahnya harga bayangan ini. Jika bayangan atas lebih panjang, itu berarti pembeli di pasar mencoba menaikkan harga tetapi tidak berhasil. Dan sebaliknya jika bayangan bawah lebih panjang, itu berarti penjual berusaha menurunkan harga tetapi tidak berhasil.

Body adalah bagian dari bar di tengah candlestick. Biasanya ada dua warna berbeda untuk bodi. Pada contoh di atas kita menggunakan warna tubuh hijau dan merah. Jika harga penutupan (Close) lebih tinggi dari harga pembukaan (Open), maka body berwarna hijau.

Hal ini menunjukkan minat beli yang cukup besar. Sebaliknya, jika harga pembukaan lebih tinggi dari harga penutupan, maka bodinya berwarna merah. Artinya, tekanan jual sedang. Dalam candlestick, posisi harga yang lebih tinggi selalu di atas. Jadi, pada tubuh hijau harga penutupan di atas dan pada tubuh merah harga pembukaan di atas.

Saat pasar sedang mengalami tren dengan momentum tinggi, Anda akan melihat candlestick dengan body panjang dan bayangan pendek. Dan ketika kondisi pasar sedang bergejolak, Anda akan melihat candlestick dengan body pendek dan bayangan panjang.

Chart adalah sumber informasi yang sangat penting. Biasakan untuk rutin melihat pergerakan chart setiap hari, maka kemampuan Anda dalam melakukan analisa trading akan terasah. Dan ini akan memberi Anda keuntungan dalam mengambil keputusan transaksi yang menguntungkan.

Demikian ulasan tentang Inilah Jenis Chart Yang Sering Digunakan Dalam Trading Forex semoga bermanfaat.