Ini Dia Beberapa Gaya Dalam Trading Forex

Ini Dia Beberapa Gaya Dalam Trading Forex - Karakteristik pribadi individu tentunya berbeda-beda sesuai dengan kepribadian dan minatnya. Seperti halnya perdagangan, ada banyak gaya yang berbeda. Tidak ada trader yang memiliki gaya trading yang benar-benar mirip. Mengetahui profil risiko dan kepribadian Anda sangat penting sebelum memilih strategi perdagangan apa yang akan digunakan.



Setiap trader memiliki gaya atau strategi trading yang berbeda. Apa tujuan menggunakan strategi dalam trading? Tidak lain adalah untuk mendapatkan keuntungan yang konsisten dengan cara yang paling sederhana dan nyaman untuk dilakukan oleh trader.

Dengan berbagai karakter dan kondisi pedagang, misalnya pedagang adalah mahasiswa yang cenderung memiliki lebih banyak waktu, pekerja penuh waktu, pekerja lepas, dan sebagainya – pedagang memiliki strategi yang berbeda.

Secara umum, perbedaannya terletak pada periode waktu perdagangan dan profil risiko. Semakin sering bertransaksi, tentunya peluang resiko menjadi semakin besar dan dibutuhkan skill trading yang lebih “terlatih”. Berikut adalah beberapa gaya Trading Forex ini:

Scalper

Strategi ini memungkinkan trader untuk hanya menahan posisi dalam rentang waktu yang sangat singkat (detik hingga menit). Transaksi singkat dengan frekuensi tinggi dan target keuntungan kecil. Dalam 1 jam, trader dapat membuka dan menutup posisi berulang kali.

Strategi ini bagus jika trader memiliki banyak waktu fleksibel meskipun risikonya cenderung lebih tinggi karena peluang whipsaw juga meningkat. Selain itu, komisi transaksi juga lebih boros. Target profit dalam strategi ini biasanya 1-10 pips per transaksi. Trader scalper umumnya mengandalkan grafik 1-5 menit. Strategi scalping paling baik dilakukan pada pembukaan pasar Amerika dan Eropa ketika fluktuasi harga terjadi.

Trader Harian (Day Trader)

Ciri utama seorang day trader adalah trading dalam rentang waktu 1 hari! Transaksi selesai sebelum penutupan perdagangan baik kerugian maupun keuntungan. Waktu yang dibutuhkan untuk 1 kali transaksi berkisar dari menit hingga jam. Trader merasa lebih tenang jika melewati penutupan transaksi tanpa menahan posisi sehingga terhindar dari kejutan berita yang dapat mengganggu harga.

Target profit day trader biasanya 20-40 pips, tergantung pada pasangan mata uang yang dibeli. Pilihan pasangan mata uang yang akan ditradingkan sama seperti calo, pasangan mata uang tersebut harus fluktuatif dalam rentang waktu yang singkat. Sedangkan untuk mengamati pergerakan harga digunakan grafik 15 menit dan 30 menit. Berbeda dengan calo yang menghindari berita, day trader menantikan berita ekonomi yang dapat menggerakkan pasar lebih jauh.

Swing Trader

Gaya swing trading digunakan oleh trader yang memegang posisi mulai dari beberapa hari tetapi kurang dari 1 minggu. Trader yang bekerja atau memiliki waktu trading terbatas cocok untuk menggunakan gaya swing trading. Dalam pasangan mata uang yang fluktuatif, swing trader bisa menetapkan target keuntungan 50-150 pips atau lebih. Grafik yang digunakan sebagai panduan untuk transaksi menggunakan 1 jam dan 4 jam.

Secara strategis, swing trader cenderung lebih konservatif dibandingkan calo dan day trader. Sebelum melanjutkan, swing trader meninjau beberapa parameter untuk konfirmasi. Sehingga mereka tidak terombang-ambing oleh pergerakan harga di kisaran 1 hari tersebut. Mereka lebih fokus pada tren jangka menengah. Karena target profit lebih besar, swing trader tidak terpengaruh oleh volatilitas mata uang dan spread yang lebar.

Position Trader

Dari segi jangka waktu, posisi seorang trader adalah yang paling lama dibandingkan dengan tipe trader lainnya. Gaya trading mereka adalah kebalikan dari calo yang ingin cepat. Pedagang posisi dapat memegang posisi mulai dari beberapa minggu hingga beberapa bulan. Jika swing trader dipandu oleh analisis teknis, mereka dipandu oleh analisis fundamental dengan parameter data ekonomi.

Demikian ulasan tentang Ini Dia Beberapa Gaya Dalam Trading Forex semoga bermanfaat.