Berikut Ini Cara Agar Tidak Terjebak Di Pinjaman Online

Berikut Ini Cara Agar Tidak Terjebak Di Pinjaman Online - Kemajuan teknologi internet dalam beberapa dekade terakhir telah mendorong booming munculnya berbagai jenis aplikasi financial technology alias financial technology. Sebagian besar aplikasi fintech ini berada di ranah pemberian pinjaman tunai.



Alhasil, kehadiran aplikasi fintech membuka akses yang lebih luas bagi para pencari pinjaman online yang selama ini belum tersentuh perbankan. Apa saja tips untuk keluar dari jebakan pinjaman online. Selain akses yang lebih mudah karena dapat dijangkau melalui gadget, pinjaman online melalui aplikasi fintech juga banyak diminati karena syaratnya yang mudah.

Hanya dengan foto diri dan kartu identitas, seseorang bisa mendapatkan pinjaman tanpa agunan. Namun, di balik kemudahan tersebut, ada harga tinggi yang harus dibayar oleh peminjam.  Bunga pinjaman online sangat mahal.

Banyak orang akhirnya terjebak dalam bencana keuangan karena pinjaman online. Jika saat ini Anda menghadapi masalah serupa, segera cari solusi yang tepat agar masalah pinjaman cepat teratasi. Berikut ini cara Agar Tidak Terjebak Di Pinjaman Online.

Tunjukkan itikad baik

Ketika dihadapkan pada masalah pinjaman mahal yang suku bunganya terus bergulir, banyak orang melakukan kesalahan fatal dengan lari dari tanggung jawab membayar pinjaman. Terakhir, petugas jasa debt collector atau penagih utang semakin gencar mengejar debitur agar bisa melunasinya dengan cepat. Lagi pula, utang itu harus dibayar.

Menghindari penagih utang dan lari dari tanggung jawab pelunasan pinjaman hanya akan membuat tumpukan utang Anda semakin besar. Oleh karena itu, agar masalah pinjaman hutang yang Anda hadapi tidak semakin rumit, Anda harus menunjukkan itikad baik dengan menegaskan komitmen untuk menyelesaikan pinjaman.

Gunakan semua saluran komunikasi yang tersedia dalam aplikasi pinjaman online, mulai dari email, chat atau call center. Ketika penagih utang datang kepada Anda, Anda harus menemuinya dan meminta bantuan penyelesaian sampai masalah pinjaman dapat diselesaikan.

Komunikasikan kondisi Anda kepada pemberi pinjaman sebagaimana adanya. Mungkin pada awalnya pemberi pinjaman akan keras dan tidak mau tahu tentang kondisi Anda yang kesulitan membayar pinjaman. Namun, jika Anda mampu menunjukkan komitmen untuk menyelesaikan tunggakan, ada kemungkinan pemberi pinjaman akan melunak dan diajak untuk mencari solusi bersama.

Hitung sumber daya tersisa

Saat mengomunikasikan kondisi Anda kepada pemberi pinjaman, jangan berhenti mengais sumber daya yang tersisa agar pinjaman Anda lunas. Cek aset apa saja yang bisa Anda jual untuk mendapatkan dana segar, seperti sepeda motor, gadget, mobil, deposito emas, peralatan elektronik. Coba daftar dan hitung berapa nilainya jika Anda menjual atau menggadaikannya agar Anda bisa mendapatkan dana pembayaran utang.

Minta bantuan keluarga

Anda sudah menghitung aset yang bisa diuangkan untuk melunasi tunggakan utang. Namun, itu masih belum cukup. Cara selanjutnya yang perlu Anda coba adalah dengan mencoba meminta bantuan kepada keluarga atau kerabat terdekat Anda untuk bersedia memberikan pinjaman lunak.

Memiliki tunggakan uang seperti menanggung aib yang memalukan. Namun, ketika Anda tidak bisa menangani sendiri situasi yang rumit, ada baiknya jika Anda terbuka pada keluarga terdekat. Bicaralah dengan keluarga dan teman dekat Anda tentang situasi Anda dan mintalah bantuan mereka. Ingat, karena sifat bantuan keluarga adalah pinjaman, Anda juga harus membuat komitmen kepada keluarga untuk membayar bantuan tersebut.

Negosiasikan solusi dengan pemberi pinjaman

Pemberi pinjaman pada dasarnya akan membuka pintu negosiasi jika Anda sebagai peminjam menunjukkan itikad baik untuk melunasi hutangnya. Anda bisa mencoba meminta waktu untuk merundingkan solusi pinjaman dengan beberapa pilihan.

Demikian penjelasan dari saya tentang berikut ini cara agar tidak Terjebak Di Pinjaman Online semoga bermanfaat, terimakasih.