5 Jenis Investasi Reksa Dana Syariah yang Perlu Dipelajari


Hadirnya reksa dana syariah menjadi wadah bagi investor yang tidak menginginkan adanya riba. Dana yang diinvestasikan dikelola oleh manajer investasi ke dalam surat berharga, misalnya obligasi, saham, dan instrumen lain. Sebelum mulai berinvestasi, sebaiknya pembaca memahami jenis-jenis investasi reksa dana syariah yang bisa diambil terlebih dahulu.

Pada reksa dana syariah, manajemen keuangan berada di bawah naungan Dewan Pengawasan Syariah. Penerapannya menyesuaikan dengan syariah Islam. Selain itu, di dalam reksa dana syariah diterapkan pembersihan harta terhadap unsur non halal. Adapun beberapa jenis reksadana syariah yang perlu diketahui, berikut penjelasannya:

1. Saham

Investor bisa berinvestasi saham melalui reksa dana syariah. Untuk mengikuti investasi ini, pemula perlu menginvestasikan minimal 80% dari NAB yang bentuknya bersifat syariah. Hal yang perlu dipahami dari investasi reksa dana saham syariah adalah resiko yang cukup tinggi. Sebaliknya, keuntungan yang dapat diraih nilainya juga cukup tinggi.

Alasan mengapa investasi ini beresiko lebih besar karena modal akan disetor pada pasar saham yang bersifat fluktuatif. Untuk meminimalkan resiko yang ada, investor harus memiliki strategi yang tepat. Sebelum memulai investasi akan lebih baik bila calon investor banyak mencari referensi dan bertanya pada orang-orang yang memang telah terjun cukup lama di bidang investasi saham syariah.

2. Pasar Uang

Jenis investasi reksa dana syariah ini sangat cocok bagi pemula, mengingat periodenya tidak terlalu lama. Investasi bisa dilakukan kurang dari satu tahun saja, sehingga pemula tidak perlu menunggu hasil investasi terlalu lama. Dalam hal ini, manajer akan memposisikan dana investasi ke berbagai produk berbasis syariah yang terdapat di pasar.

Dana akan dikelola dalam pasar uang yang terdapat di dalam dan luar negeri. Dengan demikian, investor bisa memilih mata uang yang akan dipakai berinvestasi. Bisa berupa rupiah dan mata uang asing. Investor bisa memanfaatkan reksa dana pasar uang syariah menjadi salah satu wadah untuk menambah pendapatan di samping gaji utama.

3. Reksa Dana Syariah Terproteksi

Pada reksa dana syariah ini, setiap investor mempunyai kewajiban untuk memposisikan 70% dana pada efek yang berbasis syariah. Dana tersebut kemudian akan ditawarkan pada pasar modal sampai ke luar negeri. Sedangkan sisanya 30% akan diposisikan untuk instrumen saham syariah lain dan dipromosikan ke bursa luar negeri.

4. Sukuk

Dibandingkan dengan jenis investasi reksa dana syariah lain, sukuk menetapkan aturan yang berbeda. Bila memilih reksa dana ini, investor setidaknya harus menginvestasikan 80% ke dalam bentuk sukuk. Adapun periode investasinya minimal satu tahun dan bisa lebih. Sukuk umumnya berupa surat berharga yang diterbitkan oleh BUMN atau swasta.

Setelah menerbitkan sukuk, perusahaan akan menghimpun dana investasi dari masyarakat. Adapun dana investasi yang sudah terkumpul akan digunakan sepenuhnya untuk pembangunan dan tidak berlawanan dengan nilai syariah. Perbedaannya dengan obligasi yaitu pada obligasi dijalankan oleh emiten dan bisa bersifat non halal. Sebaliknya, sukuk sudah pasti bersifat halal.

5. Reksa Dana Campuran

Pada reksa dana campuran, dana yang harus dialokasikan untuk instrumen efek sebesar 79%. Jenis investasi ini menggabungkan reksa dana saham dan pendapatan tetap. Adapun resikonya juga berada diantara kedua jenis investasi tersebut. Modal dari investor pada reksa dana campuran akan dialokasikan pada pasar uang, obligasi, dan saham.

Itulah beberapa jenis investasi reksa dana syariah yang bisa dipelajari terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk berinvestasi. Secara umum reksa dana syariah dan konvensional hampir sama, perbedaannya terletak pada penerapan prinsip syariah. Selain itu, investasi hanya dialokasikan pada efek syariah. Sedangkan untuk reksa dana konvensional investasi dilakukan ke seluruh efek.